Menunggu
Satu kata yang tidak semua orang bisa laluin prosesnya adalah menunggu. Karna kita nggak benar-benar tau seberapa lama proses ini akan dilalui. Qadarullah aku harus berjalan dengan proses ini dalam hal menjemput buah hati. Proses menunggu selama menjadi pejuang dua garis ternyata seberat ini. Tapi Allah jadikan kita untuk mampu melewati proses ini. Proses yang panjang dan penuh jatuh bangun.
Tiga tahun menjadi pejuang garis dua menjadikan kita banyak belajar bahwa hidup sejatinya memang bukan kuasa kita. Sebaik baiknya kita berjuang dan ikhtiar kalau Allah belum kasih jalan semua akan terasa sia-sia. Yap sia-sia menurut kita bukan menurut Allah. Banyak hal Allah tunda dalam hidup kita untuk memberikan yang terbaik. Disaat yang baik dalam keadaan baik dan dalam bentuk yang terbaik. Mungkin kita terlalu egois merasa diri ini mampu untuk cepat seperti yang lain, padahal itu hanya inginnya manusia. Manusia dengan pola pikirnya yang dangkal, pola pikir yang hanya seluas apa yang dia banyangkan. Padahal logika Allah jauh lebih dari segalanya.
Setiap kali proses berulang yang dilewati selalunada harapan yang bersamaan dengan rasa takut. Takut tidak sesuai ekpektasi takut tidak terealisasi takut selalu dipandang salah dimata orang. Padahal proses ini untuk bertumbuh. Kita nggak pernah benar-benar tau kondisi kita. Mungkin memang banyak hal yang harus disiapkan. Diluar kemampuan kita menilai diri kita. Untuk proses yang panjang ini, aku selalu yakin bahwa akan ada ujung terbaik yang disiapkan. Walau berat dan tidak selalu mulus.
Setiap vitamin yang kamu minum setiap makanan yang kamu upayakan terbaik setiap olahraga yang kamu paksakan setiap stres yang selalu dialihkan setiap doa yang tak pernah putus. Percayalah itu yang terbaik untuk dirimu, itu yang terbaik untuk tubuhmu siap menerima buah hati.
Komentar
Posting Komentar