New Life, New Roles
Tepat beberapa tahun lalu aku memutuskan menikah. Satu langkah besar yang dijalani dan membuatku bersyukur sampai saat ini. Menikah membuka cara pandangku dalam banyak hal. Melihat dunia lebih luas dan dengan sudut pandang bersama pasangan. Tidak selalu sejalan namun berupaya menyamakan irama agar sepadan. Ibarat perahu dan dayung, berjalan menuju tujuan yang sama bukan saling mendahului.
Mungkin belum banyak yang bisa dicerikan kehidupan menjadi ibu, karena setelah menikah qadarullah belum Allah amanahkan buah hati. Tetapi menjadi istri yang baik merupakan salah satu langkah menuju ibu yang baik juga Insyaallah. Tahap menjadi ibu merupakan peran besar dan sangat berarti, menjadikan diri sendiri role model anak dan apapun yang dia dapatkan pertama kali pasti dari ibu dan ayahnya. Mencoba menata diri untuk belajar lebih baik dengan menjalankan peran istri yang terbaik sebelum nantinya jadi ibu. Mengurus suami memang berbeda dengan mengurus anak, tapi kita bisa belajar bahwasannya mengurus manusia lain tetap memerlukan proses.
Aku banyak belajar dari sekitarku untuk menjadi ibu. Tentu role model ku pertama ibuku sendiri. Dimataku ibukku bisa segalanya, bahka banyak hal yang terlihat susah dimata orang lain, namun ibuku bisa mengambil peran itu. Bagiku dan mungkin bagi sebagian besar anak, ibu pasti selalu menjadi number one dihatinya. Dulu aku selalu berfikir bagaimana hidupku tanpa ibu. Tetapi semesta seakan tidak memberiku waktu lama dengannya, atau mungkin memang ini rencana terbaik dariNya untuk aku bisa banyak belajar selanjutnya. Setelah itu aku belajar bahwa menjadi ibu tetaplah ada batas waktu, kita tidak bisa meminta waktu selamanya dengan ibu kita maupun dengan anak kita kelak. Seiring berjalannya waktu, kelak menjadi ibu tanpa ibu pasti jauh lebih sulit dari apa yang aku bayangkan. Tetapi aku banyak belajar dari ibukku untuk terus menjadi kuat dan tegar apapun kondisinya saat itu.
Kehidupan pernikahan mengubahku dalam banyak hal. Salah satunya tantangan tempat tinggal yang harus berpindah-pindah mengikuti penempatan pekerjaan suami. Tempat tinggal pertama dari sekian tempat tinggal yang akan kita tempatti yaitu Kepulauan Morotai. Pulau Morotai merupakan salah satu kabupaten di Maluku Utara, dimana tempatnya sangatlah jauh dari tempat aku tinggal sebelumnya. Memulai hidup baru dan nantinya akan menjadi ibu dengan tinggal dilingkungan baru merupakan tantangan tersendiri buatku. Kita harus meraba dan menyesuaikan hal yang ada dan tidak ada ditempat itu. Pulau Morotai tumbuh dengan keterbatasannya, dimana kita harus bisa beradaptasi dan hidup secukupnya. Letaknya yang berada di ujung timur utara Indonesia membuatnya beda 2 jam dengan waktu indonesia barat. Perubahan pola tidur seringkali menjadi problem tersendiri.
Saat ini aku sudah berpindah lagi tinggal di Ambon. Beruntungnya Ambon dan Morotai tidak begitu jauh. Letaknya yang sama berada di timur indonesia membuat kulturnya hampir serupa. Sehingga aku tidak begitu kesulitan dalam beradaptasi. Dari banyaknya fase belajar setelah menikah semoga nantinya aku bisa menjadi ibu yang tangguh dan luar biasa untuk anakku. Menjadikan diri sendiri role model terbaik untuk kehidupan anakku kedepannya seperti haknya ibukku. Aku percaya bahwa apa yang kita lalui pasti akan berbuah baik sejauh kita melaluinya dengan baik pula. Karena tidak ada yang kebetulan dalam hidup, termasuk Allah masih memberiku waktu untuk menunggu hadirnya. Semoga kelak ketika aku dan anakku bertemu, kita sudah berada diposisi yang jauh lebih baik. Karna sebaik baiknya waktu yang kita tentukan tetap waktu Allah yang paling baik.
Komentar
Posting Komentar