Morotai disebelah mana sih ??
Morotai disebelah mana sih??
Dari judul aja dah kelihatan keknya Pulau Morotai sejauh itu ya. Mei 2022 tepat 2 minggu setelah menikah aku ikut suami ke Pulau Morotai. Qadarullah SK pertama suami langsung jauh ke ujung timur utara Indonesia, mau nggk mau sebagai istri yang sedang berusaha menjadi sholehah ini merelakan pekerjaannya dan mengikuti suami. Awalnya berat namun setelah ditimbang dan dibicarakan baik buruknya, insha allah ini yang terbaik.
Pulau Morotai, nama yang sama sekali enggak pernah terbanyangkan sebelumnya. Masuk dalam provinsi Maluku Utara namun terpisah dari pulau halmahera. Pulau Halmahera kalau kita lihat di peta, ada pulau yang berbentuk seperti huruf K namun kecil. Lebih atas sedikit dari Pulau Sulawesi, atau pulau dengan huruf K besar. Letaknya paling ujung utara. Nah Pulau Morotai ada disebelah Pulau Halmahera. Diujung atas huruf K kecil, Pulau kecil ujung luar utara Indonesia. Yak kalau dilihat dari peta, diatasnya sudah langsung Filipina.
Perjalanan ke Pulau Morotai bisa dibilang sedikit ribet dan perlu beberapa kali transportasi. Rute pertama dari Jogja, naik pesawat dari bandara NYIA (New Yogyakarta Internasional Airport) menuju Bandara Hasanudin di Makasar. Nggak langsung sampai ya, masih harus nginap dulu semalem di Makasar. Itu karena biasanya nggk ada penerbangan langsung ke Ternate malam itu juga, adanya besok pagi. Jadi ya mau nggk mau harus menginap dulu semalam. Paginya langsung check in melanjutkan penerbangan ke bandara Sultan Babullah Ternate. Sampai Ternate siang hari dan dilanjutkan penerbangan terakhir dengan pesawat baling baling menuju Pulau Morotai. Edunn panjang bets yakan perjalanannya, yang nggk terbiasa perjalanan jauh pasti akan jetlag lama.
Itu rute pertama ya. Ada lagi rute kedua, tetap pakai pesawat sampai Bandara Sultan Babullah Ternate bedanya perjalanan akan dilanjutkan dengan Speedboat dan perjalanan darat. Sampai di Ternate perjalanan di lanjut dengan sewa ojek / oto menuju pelabuhan speedboat yang akan membawa penyebrangan ke Pulau Halmahera yaitu di pelabuhan Sofifi. Perjalanan speedboat ditemput kurang lebih 45menit, tergantung arus laut dan cuaca saat itu. Sampai di Sofifi perjalanan dilanjut lagi dengan menggunakan oto lintas, ini semacam mobil canter yang biasa digunakan transportasi antar kota di Pulau Halmahera. Perjalanan kurang lebih 4-5 jam dengan kondisi medan yang berkelok dan naik turun, sangan disarankan makan terlebih dahulu agar tidak mabuk perjalanan. Tujuan oto lintas menuju ke Tobelo, biasanya sampai Tobelo malam hari jadi mau tidak mau harus menginap dulu satu malam. Esuk harinya baru lanjut perjalanan speedboat lagi menuju pulau Morotai dengan perjalanan kurang lebih 1 jam 45 menit.
Jangan dibayangin perjalanannya tapi cukup dinikmati, itu yang sering kali suami sampaikan tiap kali kebayang perjalanan ke Pulau Morotai. Pertama kali yang terlintas dipikiran ketika sampai pulau ini adalah "kenapa orang bisa sampai sini?". Tempat yang sama sekali jauh dari pusat metropolitan dan peradaban kota. Harga barang pokok di pulau ini amat sangat mahal dibanding di jawa. Rasanya 50rbu tidak cukup untuk makan sehari saja. Belum lagi harga alat elektronik yang melambung tinggi. Enggak heran karena transportasi untuk sampai di pulau ini saja tergolong ribet dan banyak biaya.
Masyarakat di Pulau Morotai cenderung beragam. Dulu sebelum sampai disini aku mengira bahwa di Pulau Morotai pasti banyak orang timur karena melihat lokasinya yang berada diujung timur utara Indonesia. Namun setelah berada disini masyarakat Pulau Morotai tidak hanya dari timur, orang Jawa bahkan Sumatra pun juga ada. Kebanyakan mereka para transmigran yang dulu gencar di gaungkan pemerintah sebagai pemerataan penduduk, sehingga isi masyarakat Pulau Morotai pun campur dari berbagai daerah di Indonesia. Unik sih disini bisa menemukan berbagai makanan dari berbagai daerah, terang bulan minahasa, martabak telur khas jawa, coto makasar, sate padang, pecel madiun, jalangkote dan banyak makanan lainnya. Satu yang aku belum nemu tuh, gudeg jogja belum sampai Pulai Morotai. hhe
Awal disini agak canggung untuk komunikasinya. Bahasa yang mereka gunakan dominan menggunakan Bahasa Indonesia tapi intonasinya sangat cepat sekali. Terkadang aku binggung memahaminya. Sering beberapa kali beli di warung, ibunya sampai mengulang kalimatnya beberapa kali karena aku bertanya apa maksudnya. Mungkin karena terbawa intonasi orang timur jadi tata kalimatnya jadi cepat. Tetapi ketika kita bertemu atau berbicara dengan sesama orang jawa, pasti langsung ditanggapi dengan bahasa daerah.
Bersyukur bisa dikasih kesempatan tinggal disini, walaupun nggak pernah terbayangkan sama sekali akan menginjakkan kaki ditempat ini. Tau nama pulaunya saja baru beberapa bulan belakangan ini, sekrang sudah tinggal beberapa bulan disini. Pulau yang unik dengan berbagai keberagamannya. Walaupun banyak keterbatasan di pulau ini tetapi semoga para pemegang kebijakan lebih terbuka untuk memperhatikan keberadaan pulau ini. Karena menurutku sangat prospek untuk dijadikan objek wisata unggulan Indonesia dengan pulau-pulau nya yang cantik dan masih asri. Beruntungnya sudah ada bandara di pulau ini sehingga mempermudah transportasinya.

Komentar
Posting Komentar