The meaning of "rencana Allah itu baik"
The meaning of "rencana Allah itu baik"
Maret 2021, saat itu tiba-tiba hal yang tidak terduga datang kepadaku. Aku terkena imbas covid pada saat itu yaitu pemutusan kerja sepihak karena keadaan perusahaan yang sudah tidak memungkinkan. Bulan itu terakhir aku bekerja dan bulan selanjutnya memulai dengan status baru "pengangguran". Nggak ada persiapan apapun untuk fase ini, bahkan sebelumnya mencari kerja pun tidak sama sekali. Keadaan berubah begitu cepat, perusahaan memberi pengumuman ini secara mendadak sehingga melewati fase baru tanpa persiapan. Sedih, jelas sedih yang tiap hari memulai aktivitas kantor seperti biasa tiba-tiba hilang gitu aja binggung mau ngapain.
Waktu terus berjalan kan, nggak mungkin mau stag merenungi nasip doang seperti ini. Mulailah update CV, perbaiki cover latter, cari cari lowongan. Semua platform jobsker aku download, bikin akun disetiap platform. Sampai isian gmail semua notif loker. Mulai apply yang menurutku sesuai dengan pengalaman terakhir. Sehari ditarget harus apply minimal 5 loker. Semua dicoba tanpa henti.
Sampai akhirnya satu persatu ada panggilan. Memulai rutinitas print out cv, cover letter, pengalaman kerja, ijazah, transkip nilai, pas foto, beli map coklat, beli segepok paper klip. Pergi dari rumah pakai pakaian rapi, pamitnya mau wawancara kerja. Setiap panggilan dan proses rekruitmennya selalu di catet sampai hasil akhirnya. Satu dua tiga bahkan sampai puluhan kali dengan hasil akhir sama, "gagal".
Belum lagi proses rekruitmen cpns yang amat sangat melelahkan prosesnya. Tapi aku yakin semua usaha nggak ada yang sia sia,walaupun pada akhirnya juga gagal lagi. Ratusan kali lamaran dikirim lewat email, platform loker mungkin yang ada panggilan hanya 1 dari 50 lamaran. Sedih banget ngerasa apa yang salah dari cv ku, apa yang salah dari lamaranku. Sampai dititik ngerasa gagal dan frustasi.
Bulan berlalu nggk terasa maret udah berganti aja sampai oktober. Total 7 bulan full jadi pengangguran. Kesana kemari nggk punya penghasilan. Stress kacau merenung ovt tiap malam. Nggak kerasa ngubah pola makan kebiasaan juga. Tiba-tiba bb turun 6kg, rambut rontok tiap keramas. Sampai bilang ke bapak "kenapa ya aku nggk dapat kerja, apa nggak boleh kerja kali ya. kalau aku stress gimana". Berkali kali diulang kata-kata itu, mau nangis tiap hari. Harapan tiap pagi, ada notifikasi di email. Selalu nangis tiap kali memasuki hari Senin, karena itu waktunya orang berangkat kerja sedangkan aku masih pusing cari kerja.
Pertengahan Oktober tiba-tiba seorang teman wa, nanya udah kerja apa belum. Beliau menawari kerjaan sebagai admin, namun di perusahaan yang masih sangat berkembang. Jadi aku mulai dari awal sebagai admin pertama. Awalnya ragu karna belum mampu, tetapi setelah berbincang dengan ownernya beliau meyakinkanku buat gpapa sama sama belajar dulu pelan pelan.
Akhir Oktober akhirnya aku berkerja kembali. Melewati proses rekruitmen yang hanya wawancara santai membahas projek kedepan dan beberapa jobdesk yang dipegang. Aku yang selama berbulan bulan melewati fase rekruitmen psikotest, wawancara user, wawancara hrd, fgd, sampai stress akhirnya diterima kerja dengan cara yang Alhamdulillah banget Allah permudah.
Doa ku setiap hari selalu begini "ya Allah jika memang ini terbaik buat hamba maka mudahkanlah, berikan yang terbaik menurut Engkau. Karna Engkau lah yang maha tau, hamba hanya menjalani".
Dikasih kerjaan yang amat sangat menyenangkan dengan jobdesk yang bisa aku jalani, bekerja dirumah dengan fasilitas kantor tetap disediakan, gaji yang cukup dengan beberapa tunjangan, atasan yang sangat baik dan menyenangkan. Allah maha baik, maha baik sekali.
Namun jalan berkata lain lagi, ternyata hanya diberi kesempatan bekerja disini selama 7 bulan. Tepat bulan Mei 2022 aku menikah. Sebelumnya sempat meminta ijin kepada atasan untuk tetap bisa bekerja setelah menikah. Namun atasan keberatan karena jarak yang lumayan jauh untuk dijangkau dengan bekerja wfa (work from anywhere). Oh ya setelah menikah, aku mengikuti suami bekerja diluar jawa, itu kenapa ijinku untuk tetap bekerja di perusahaan sebelumnya tidak di acc.
Sampailah Mei 2022 resmi menjadi pengangguran lagi tapi statusnya sudah istri orang. Allah maha baik, Allah maha baik. Itu yang selalu aku ucapkan setiap kali apapun yang terjadi padaku. Aku percaya setiap apapun yang terjadi didunia ini sudah atas ijin Allah, sudah tertulis jalannya. Jadi kita tinggal menjalani. Siapa sangkan aku yang jadi pengangguran 7bulan sampai stress dengan proses rekruitmen mungkin bisa dikatakan sampai mau muntah jawab ratusan kali wawancara akhirnya dapat pekerjaan dengan cara yang lebih santai. Oh ya pertengahan 2021 juga belum ada planning nikah, tiba-tiba saja akhir 2021 diajak menikah. Agak kaget karena baru banget mau memasuki fase bekerja kembali. Namun semua itu kuasa Allah. Allah yang jauh lebih paham akan apapun itu dalam hidup kita. Libatin Allah dalam setiap pengambilan keputusanmu, Insha Allah selalu Allah permudah.
Bismillah, semangat para pencari kerja. Semangat para istri baru yang sedang memasuki fase beradaptasi. Semoga semua usaha kita jadi ladang pahala.
Komentar
Posting Komentar