coba duduk dulu sebentar

 Coba duduk dulu sebentar


Dulu kukira menjadi dewasa itu menyenangkan, bisa lakuin apapun yang kita mau, bisa tunjukkan apapun yang kita mampu, bisa buktiin kalua kita bisa. Tapi nyatanya nggak semua semudah itu. Apa yang kita bayangkan enggak semudah itu, ternyata yang terjadi enggak sesuai yang kita lihat kelihatannya.

Waktu aku umur 5 tahun terkadang ingin mengambil suatu barang saja tidak sampai karna belum cukup tinggi. Terkadang ingin mengenakan suatu pakaian saja kerap kali dilarang dengan alasan belum waktunya. Apalagi untuk menonton sebuah serial film, seringnya dilarang karna belum cukup batas usia. Perihal makanan lebih selektif lagi, banyak makanan orang dewasa yang tidak banyak bisa aku makan karena struktur gigiku belum sempurna.

‘’jadi anak kecil capek ya apa apa dilarang’’ pikirku kala itu dengan polosnya.

Gimana dengan sekarang? Sudah berada di fase bisa apa apa tapi nyatanya capek jugaa ya.

Mungkin fase capeknya jauh berbeda. Dulu hanya capek dilarang sekarang capek dituntut untuk berlari. Padahal sebenernya yang menciptakan fase berlari tuh ya Cuma diri sendiri, Cuma ekspektasi diri sendiri yang keras kepala ingin semuanya terwujud.

Kita sering kali dituntut keadaan untuk menjadi sesempurna kelihatannya ya. Padahal sempurnanya tiap orang berbeda. Indahnya pun mekar tak sama, disitu juga titik istimewanya. Tetapi terkadang yang kelihatannya indah dimata kita tu yang kerap kali ingin dikajar jadi lupa indahnya dalam diri yang ternyata udah mekar duluan.

Hayoloo terkadang kita sering kali jahat ya sama diri sendiri. Mencoba menjadi versi terbaik yang kita ‘’lihat’’ tanpa mencoba menjadi versi baik yang sebenernya kita udah rasain.

Coba deh duduk dulu sebentar, apasih yang dikejar. Coba belajar dari filosofi gunung yang kita lihat dari kejauhan. Gunung akan terlihat menjauh Ketika kita coba mendekat dan selalu seperti itu, seperti tidak ada ujungnya dari proses mengejar.

Ya sama halnya dengan hidup, sejauh kita mengejar sejauh kita mencari dan mendapatkan pasti akan selalu kurang. Mungkin baik sellau menjadi versi terbaik dalam banyak hal, tapi jangan lupa baik saja tak cukup kalua hanya untuk orang lain. Baikkan dulu dirimu, baru kamu bagi kebaikkan itu ke orang lain. Kejar seperlunya terima sedapatnya, bersyukur tiap saat yaa.

Komentar

Postingan Populer